Berperahu
mengarungi sungai berarus deras. Bunyi gemuruh riak air mengiringi dari
awal hingga akhir. Meski lidah-lidah air, tubuh kadang kala
terombang-ambing sambil harus terus mendayung. "Dayung Maju!" teriak
kapten sesaat perahu akan masuk riam, lalu disusul, "potong, potong
dayung kuat!", ketika bagian depan perahu mengangkat keatas tepat
ditengah riam, semua mendayung sekuat tenaga. Diakhir riam, harus
menghindari belokan sungai, "kiri balik...dayung maju!!!" teriak kapten
ketika melihat arus eddies disebelah kirinya. Perahu memasuki eddies,
berputar-putar, semua menarik nafas.
Kondisi
seperti itu akan kita temui bila berolahraga arus deras. Dalam hitungan
detik setiap kondisi dapat berubah, misalkan ditengah riam yang besar,
salah seorang awak perahu terlempar keluar dan harus berusaha
menyelamatkan diri keluar dari kondisi itu sambil sesekali terteguk.
Demikian
ORAD (Olah Raga Arus Deras) termasuk salah satu Kegiatan Alam Terbuka
(KAT) yang beresiko tinggi. Resiko itu dapat kita kurangi bila sebelum
pengarungan dilakukan persiapan yang baik. Persiapan yang baik adalah
belajar dan berlatih dengan baik, secara teknis, keterampilan, maupun
pengetahuan.
Selama
ini di indonesia khususnya ORAD diperuntukan untuk kaum dewasa saja
hampir tidak menyentuh kepada anak-anak umur 6 - 11 tahun. Olah Raga
Arus Deras (ORAD) memang masuk kategori olah raga beresiko tinggi namun
dengan persiapan yang baik resiko itu bisa dikurangi. Dengan pemilihan
grid sungai yang tepat utuk anak-anak tanpa mengurangi Arus Deras nya
dan diback up oleh tim Rescue yang berpengalaman serta memahami
Emergency Rescue Procedure (ERP) maka kita dapat mengurangi resiko saat
berkegiatan.
Jadi
Olah Raga Arus Deras AMAN untuk anak - anak dengan pendampingan yang
tepat anak - anak dapat bermain dengan gembira dan aman. JANGAN RAGU!!!
selamat mencoba!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar